Minggu, 02 Februari 2014

Bencana Kelaparan Di Somalia, Afrika Timur

BAB  I

Pendahuluan
Kelaparan adalah salah satu masalah yang masih kompleks dalam dunia global. Ada beberapa negara di berbagai benua masih merasakan hal ini. Kelaparan adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak dapat makan dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga dapat menimbulkan penyakit kurang gizi dan busung lapar. Penyebab bencana kelaparan biasanya dikarenakan adanya konflik, kemiskinan, kekeringan, ataupun korupsi yang dilakukan dalam pemerintahan. Sebenarnya yang menjadi masalah dalam bencana kelaparan bukan hanya tidak ada barang-barang yang dapat dikonsumsi tetapi kemampuan daya beli masyarakat yang rendah dan tidak adanya koordinasi yang baik.
Faktor utama penyebab kelaparan adalah tingkat ekonomi yang masih rendah. Suatu daerah dapat dikatakan miskin ketika komponen masyarakat di dalamnya tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar, yaitu sandang, pangan, dan papan. Lalu tidak bisa mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan yang baik. Rendahnya kemampuan sumber daya manusia untuk mengolah sumber daya alam yang ada, sehingga dieksploitasi oleh negara lain dan rendahnya lapangan pekerjaan dan kehidupan masyarakat hanya bergantung pada sumber daya yang terletak di lingkungan sekitar sehingga menimbulkan konflik atau pun perang saudara.


BAB II
Permasalahan 
Apa penyebab dan bagaimana dampak kelaparan di Somalia, Afrika Timur?





 BAB III
Pembahasan
·       Daerah Afrika memang merupakan daerah yang panas, maka tidak jarang terjadi kelaparan yang melanda disana. Negara yang mengalami bencana kelaparan terletak di daerah Sahel, Somalia salah satu negaranya. Sahel sendiri merupakan daerah transisi dari gurun sahara di utara dan padang sabana Sudah di selatan, membentang sepanjang 1000 km dan melewati delapan negara.Kelaparan yang yang mengancam wilayah AfrikaTimur dikuatirkan menjadi akan terus memburuk menjadi krisis kemanusiaan terbesar dalam beberapa dekade. Puluhan ribu pengungsi Somalia membanjir di kamp-kamp pengungsian di Ethiopia dan Kenya. Hampir tiga ribu pengungsi baru tiba di kamp tersebut untuk mencari makanan setelah pertanian mereka hancur akibat beberapa musim berlalu tanpa hujan.
Beberapa tempat selain di daerah Dadaab, kurang diperhatikan. Matahari menyengat kulit dengan hawanya yang sangat panas, angin bergerak menyapu debu-debu di tanah yang tandus. Sebagian besar tanaman terdiri dari tanaman yang berduri. Kota ini mulai berkembang pada awal tahun 90an, ketika orang-orang Somalia terlibat dalam kerusuhan dan pengungsi mulai bergerak menyeberangi perbatasan, sekitar 50 mil ke arah utara. Pemukiman pengungsi dibuat hanya untuk 90,000 orang, saat ini pengungsi sudah mulai membludak, dari 200,000 jiwa, kini menjadi 300,000 jiwa. Saat ini Dadaab dapat menyusul Kisumu, sebagai kategori kota pengungsi terbesar ketiga di Kenya. Ada lebih dari 1,500 warga Somalia yang tiba di kamp Dadaab dalam hitungan hari, dan populasi kini menjadi 400,000 jiwa.
Penyebab
Kelaparan yang melanda beberapa daerah diakibatkan kekeringan yang melanda beberapa musim. Gangguan produksi sumber daya alam, dan pengurasan suplai bantuan makanan, telah membuat Afrika Selatan mengalami krisis pangan yang sangat serius yang terjadi dalam satu dekade ini. Jumlah yang sangat besar, 16 juta orang dalam 7 wilayah bagian beresiko mengalami bencana kelaparan pada setiap akhir tahun. Kecuali jika penanganan terhadap masalah ini dapat diatasi secepatnya.
Kekeringan yang berkepanjangan dan menyebabkan kelaparan juga dipengaruhi oleh perubahan iklim dalam bentuk penurunan curah hujan tahunan rata-rata sejak akhir 1960-an. misalnya antara tahun 1931,1960,1986 dan 1990 terjadi penurunan 30% sampai 40%.  Dalam hal yang sama, terjadi penurunan curah hujan tahunan rata-rata di zona hutan hujan tropis dari 4% di Afrika Barat, 3% di North Kongo dan 2% di Kongo Selatan untuk periode 1960-1999. sebaliknya, ada daerah seperti Afrika Selatan di mana tidak ada tren jangka panjang dalam perubahan iklim, khususnya terkait curah hujan.
Suhu tinggi berkepanjangan dan periode kekeringan yang semakin panjang memaksa daerah- daerah yang awalanya merupakan daerah pertanian menjadi daerah yang marjinal dari produksi pertanian. Dan daerah yang cocok untuk pertanian pada musim tanam yang potensial menghasilkan berkurang drastis jumlahnya akibat kekeringan. Perubahan iklim akan menimbulkan kondisi lingkungan yang keras dan ekstrem terutama bagi petani kecil dipedesaan yang banyak mengantungkan nasib pada alam.
Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan berawal dar perubahan temperatur yang tinggi hingga lebih dari 30˚C yang berakibat pada semakin tingginya tingkat kematian. Penyakit seperti malaria dan demam berdarah banyak menjangkit penduduk afrika akibat meningkatnya populasi dan tempat berkembangbiaknya nyamuk.

Dalam rilis yang disebar 2 Agustus 2011, Oxfam meminta pemerintah dan lembaga donor segera bertindak dengan segera untuk mencegah krisis semakin memburuk di timur Afrika ini. Lembaga ini menyatakan, komunitas internasional gagal mengatasi krisis yang makin tak terkontrol ini.
Bencana itu telah menyebabkan ribuan warga Somalia mengungsi ke negara-negara tetangga.
Penyebab  kekeringan di Somalia, Afrika Timur.

Secara umum penyebab utama kelaparan di Somalia adalah sistem ekonomi yang merugikan, kemiskinan, faktor lingkungan seperti kekeringan dan perubahan iklim, kobflik, dan pertumbuhan penduduk. Kemiskinan itu sendiri merupakan penyebab utama kelaparan. Semua sangat penting sebagai penyebab kemiskinan dan kelaparan di Afrika Sub-sahara.
·  Kemiskinan
Kemiskinan adalah penyebab utama kelaparan di Afrika.  Sederhananya, orang tidak mempunyai pendapatan yang cukup untuk membeli makanan yang cukup. Konflik dan kekeringan, tentu penyebab penting dari kelaparan, tapi situasi yang pling khas adalah bahwa orang tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk membeli makanan yang mereka butuhkan, mereka bisa kelaparan di beberapa daerah kumuh di suatu tempat. Seperti disebutkan pada tahun 2008, 47 % dari penduduk sub-sahara hidup dengan  $ 1,25 per hari atau kurang.
·  Sistem ekonomi yang merugikan
Kelaparan Notes percaya bahwa penyebab utama kemiskinan  dan kelaparan di Afrika adalah operasi biasa sisitem ekonomi dan politik dunia. Kekuatan politik dan ekonomi yang biasanya berakhir di tangan minoritas, yang hidup dengan baik, sedangkan di bagian bawah hampir tidak bertahan.  Pengoprasian sistem ini secara lebih rinci dalam bagian khusus sistem ekonomi tidak dapat ditunjukkan secara singkat tetapi harus dipertimbangkan dengan  serius. Mengontrol pemerintah dan sumber daya dan pendapatan adalah cara mendasar untuk memperoleh pendapatan. Salah satu cara mereka dalam posisi kekuasaan memperoleh pendapatan melalui korupsi. Transparency International (2011) menunjukkan bahwa banyak negara-negara Afrika sub-Sahara yang dipandang korup.
·  Konflik.
Konflik adalah sumber utama penderitaan manusia, termasuk kemiskinan dan kelaparan. Tingkat kemiskinan adalah 20 % lebih tinggi di negara-negara yang terkena dampak siklus berulang kekerasan selama tiga dekade terakhir. Setiap tahun kekrasan di negara dikaitkan dengan pengurungan kemiskinan tertinggal hampir 1 %. Ancaman kematian dan cedera serius akibat konflik dapat mengakibatkan situasi seperti putus asa bahwa orang-orang meninggalkan rumah mereka.  Terlepas dari kenyataan bahwa meninggalkan hampir semuanya seperti rumah dan tanah, sumber pendapatan, dan sebagian besar harta benda menjadi tercabut dari tempat yang dicintai untuk pergi menempuh perjalanan bahaya besar mencari alternatif yang lebih baik.

 Dampak
     Kekeringan yang menyebabkan bencana kelaparan berdampak dengan semakin meningkatnya angka kematian.  Angka kematian dalam bencana kelaparan pada 1992 tercatat 220 ribu orang. Kelaparan dan ketidakamanan pangan yang parah di Somalia menelan korban jiwa sekitar 258 ribu orang antara oktober 2012 hingga April 2012 .
     Somalia merupakan negara paling parah terkena dampak kekeringan ekstrim pada 2011 yang menimpa lebih dari 13 juta penduduk di seluruh kawasan Tanduk Afrika. Sekitar 4,6 % dari total popuksi dan 10 % balita meninggal.  Di Shabelle bawah 18% balita meninggal. Di perkirakan sepanjang tahun 2011, ada 260.000 warga Somalia mati kelaparan dan setengah dari jumlah yaitu anak yang berusia di bawah 5 tahun

Penanggulangan


PBB telah meningkatkan anggaran untuk Somalia dan Kenya sampai US$600 juta, sehingga anggaran total mencapai US$1,4 hal ini dilakukan untuk menanggulangi kelaparan. oxfam sendiri sudah meningkatkan programnya untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Oxfam menargetkan kerjanya menjangkau 3 juta orang di Somalia, selatan Ethiopia dan utara Kenya. Untuk itu, Oxfam butuh US$91 juta dan baru memperoleh US$36 juta. Lembaga tersebut memperingatkan, kondisi 3-4 bulan mendatang semakin memburuk di tiga kawasan itu. Situasi tetap "darurat" sampai akhir tahun. Seluruh Somalia Selatan sepertinya akan dideklarasikan kelaparan terkait kombinasi keadaan alam, kenaikan harga makanan dan buruknya hasil panen. Di Somalia, Oxfam menyediakan air dan sanitasi untuk lebih dari 230.000 orang di pinggiran Mogadishu. Lembaga juga membantu lebih dari 60.000 orang keluar dari zona kekeringan di Somalia Selatan.Pemerintah Somalia sendiri sudah tidak berdaya. Mereka justru terus menyerukan "campur tangan internasional" untuk membantu mengatasi bencana kekeringan dan kelaparan.